Minggu, 08 Mei 2016

                    SELEKSI PENERIMAAN CALON KARIAWAN
Seleksi penerimaan calon kariawan dilakukan dengan tujuan agar dapat memilih kariawan terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan, serta memperoleh informasi dari calon kariawan mengenai pengetahuan keterampilan dan kemampuan yang dimilikinya. Berikut akan dijelaskan pemilihihan dan penempatan calon kariawan sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan kebutuhan perusahaan.
Keberhasilan dalam organisasi dalam melaksanakan kegiatan seleksi penerimaan kariawan  ditentukan oleh tiga factor utama yaitu:
1.      Analisis pekerjaan.
2.      Perencanaan sumberdaya manusia (SDM)
3.      Penarikan kaariawan.
Melaksanakan kegiatan seleksi dan penempatan sangat berpengaruh padatinggi nya kinerja kariawan dan rendahnya tingkat turnover dan absensi kariawan hubungan variable-variabel tersebut dapat digambarkan sbb:


A.    Seleksi penerimaan calon kariawan
                    Seleksi adalah proses pemilihan calon kariawan yang memiliki kualifikasi sesuai dengan persyaratan pekerjaan. Kegiatan seleksi dilakukan untuk mengurangi jumlah pelamar sehingga diperoleh calon kariawan terbaik. Tanpa kariawan yang berkualitas makan perusahaan tidak akan berkembang dengan baik.
Beragam cara dilakukan perusaan dalam  melakukan seleksi penerimaan calon kariawan. Perusahan kecil melakukanya dengan  cara tidak terencana dan tidak terprogram keiatan dilaksanakan ketika tenaga kerja dibutuhkan. Biasanya dilaksanakan secara lansung ditangani oleh managernya sendiri berbeda dengan perusahan besar yang melakukan seleksi dengan terencana dan dikerjakan oleh manager sumberdaya manusia yang memiliki keahlian khusus dalam bidang seleksi.

B.     Penenpatan kariawan
                    Penenempatan kariawan berkaitan dengan penyesuaian kemampuan dan bakat seseorang dengan pekerjaan yang dikerjakanya.  Suatu tugas manager yang penting untuk menempatkan seseorang sesuai dengan pengetahuan, keterampilandan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan persyaratan pekerjaan. kesalahan dalam penemempatan kariawan pada pekerjaan yang sesuai maka akan mendapatkan  hasil yan kurang baik dan menurunya prestasi kerja.
                    Keberhasilan dalam penempatan karyawan akan melibat suatu kegiatan penting adalah seleksi. Berbagai macam atau tahap seleksi yang dapat dilalui untuk dapat menetahui kesesuaian  pengetahuan, keterampilan dan kemampuan calon karyawan dengan persyaratan pekerjaan. Melalui tes psikologi dan wawancara serta alat tes lainnya dapat digunakan sebagai dasar dslam penempatan karyawan. Oleh karena itu, kedua konsep tidak dapat dipisahkan, karena kesalahan dalam seleksi akan dapat menempatkan karyawan pada posisi yang kurang tepat.

C.     Proses seleksi kariawan
                    Proses seleksi karyawan merupakan serangkaian metode yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan, keterampilan dan pengetahuan calon karyawan. Setiap tahap dalam proses seleksi akan diperoleh informasi tentang calon karyawan, kemudian dicocokkan dengan persyaratan pekerjaan. Calon karyawan yang memenuhi persyaratan akan mengikuti tahap seleksi berikutnya. Setiap tahap dalam proses seleksi akan mengurangi jumlah calon karyawan yang ikut pada tahap berikutnya.
                   
Sebagian perusahhan akan menentukan proses seleksi untuk mendapatkan calon karyawan yang terbaik, sesuai dengan persyaratan pekerjaan. Berbagai bentuk proses seleksi dilakukan bergantung pada ukuran perusahaan (corporate size), sifat-sifat pekerjaan (job characteristics), jumlah pelamar dan kepentingan penarikan. Ukuran perusahaan menentukan proses seleksi yang dilakukan untuk memperoleh karyawan yang sesuai dengan kemampuannya. Proses seleksi dilakukan dalam waktu yang singkat, sehari atau dua hari, tetapi juga dapat dilaksakan dalam waktu yang lebih lama, tiga hari bahkan membutuhkan waktu seminggu, tergantung dengan kebutuhannya. Makin lama proses seleksi yang dilaksanakan, maka akan lebih selektif  perusahaan untuk mendapatkan karyawan yang terbaik. Perusahaan-perusahaan besar umumnya  membutuhkan proses seleksi yang lama karena mendapatkan pelamar dalam jumlah besar.

Penarikan karyawan
Untuk memulai proses seleksi karyawan, diawali dari tiga ketentuan:
1.      Tetapkan metode penarikan efektif dengan caara memilih salah satu metode yang sesuai dengan metode penarikan.
2.      Melaksanakan perencanaan sumberdaya manusia menentukan jumlah dan kwalitas kariawan yang dipilih.
3.      Menetapkan standar dari ketiga ketentuan tersebut untuk alat seleksi yang tepat sampai calon kariawan itu berasil mengikuti tahap orientasi.
D.    Langkah-langkah seleksi karyawan
Setiap perusahaan untuk mendapatkan karyawan terbaik akan melalui langkah-lankah seleksi. Langkah-langkah seleksi merupakan tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang dalam proses penarikan karyawan suatu perusahaan. Perusahaan telah menetapkan alat-alat yang digunakan dalam proses seleksi, dimana setiap tahapan seleksi menggunakan alat yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya.
Setiap perusahaan berbeda dalam menentukan langkah-langkah yang digunakan dalam kegiatan seleksi. Walaupun tidak ada standar dalam menentukan langkah-lankah seleksi, tetapi secara umum dapat ditentukan sebagai berikut :
1.      Menerima lamaran kerja
2.      Wawancara pendahuluan
3.      Tes psikologi
4.      Pemeriksaan referensi
5.      Wawancara seleksi
6.      Persetujuan atasan langsung
7.      Pemeriksaan kesehatan
8.      Induksi atau orientasi

Setiap tahap dalam langkah-langkah seleksi ini akan diperoleh informasi mengenai kesesuaian pengetahuan, keterampilan dan kemampuan calon karyawan dengan syarat pekerjaan. Kariawan yang dinilai sesuai dapat melanjutkan pada langkah seleksi berikutnya.

1.      Formulir lamaran kerja
                    Tahap pertama dalam seleksi karyawan adalah menerima surat lamaran dari pelamar. Lamaran dikumpulkan, kemudian dilihat kelengkapan data berdasarkan sejumlah lamaran yang diterima. Bagian sumber daya manusia menerima lamaran pekerjaan melalui berbagai cara. Biasanya, lamaran diterima melalui surat/faks atau diantar langsung oleh pelamar. Tetapi dengan perkembangan teknologi akhir-akhir ini pelamar sering juga mengirimkan lamarannya melalui internet secara online atau cara lain dengan menggunakan elektronik. berbagai macam bentuk formulir lamaran yang bisa digunakan perusahaan untuk menjaring calon karyawan sesuai dengan kebutuhannya.
Surat lamaran kerja yang diterima menunjukkan minat dari pelamar untuk memenuhi permintaan perusahaan dalam pekerjaan. Dalam  formulir lamaran akan ditunjukkan syarat-syarat yang dibutuhkan suatu pekerjaan. Sebenarnya perusahaan tidak etis meminta persyaratan yang sifatnya berkaitan dengan pribadi pelamar, seperti foto, agama, jenis kelamin, warna kulit, istri dan anak. Hal-hal berikut dapat menimbulkan diskriminasi.
Tetapi, setelah calon karyawan diterima bekrja, foto dan tanggal lahir seta persyaratan lainnya yang dibutuhkan dapat dipenuhi untuk keperluan identifikasi dan penyimpanan data. Beberapa hal tersebut bisa diminta merupakan persyaratan, dan berkaitan dengan kinerja karyawan .secara umum, persyaratan–persyaratan yang harus dipenuhi pelamar adalah kesediaan ditempatkan persuahaan yang berbeda, usia, tempat tinggal, dapat dibicarakan dan menulis dengan bahasa-bahasa yang tertentu. Latar belakang pendidikan, kondisi fisik, pernahkah seseorang dihukum karena melakukan kejahatan yang berhubungan dengan pekerjaan dan kemauaannya untuk bekerja menurut jadwal kerja perusahaan yang diwajibkan.
Untuk meningkatkan kualitas formulir lamaran, akan dilengkapi dengan resume atau riwayat hidup (curriculum vitae/CV) pelamar. Resume biasanya dicantumkan pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan dan kemampuan , dan kegiatan serta prestasi yang pernah dicapai selama bekerja. Informasi dari setiap variable tersebut dibandingkan antar setiap pelamar. Jika nilainya memiliki perbedaan antar pelamar .jika nilainya mempunyai perbandingan yang berarti (signifikan), maka data ini merupakan suatu pertimbangan dalam memilih calon karyawan yang terbaik. Sebagai contoh, calon karyawan yang memiliki keterampilan dan kemampuan kerja yang baik itu memperoleh prestasi kerja yang memuaskan dan karyawan yang kurang dalam kemampuan dan keterampilan memperoleh prestasi yang kerja kurang baik.gambaran ini dapat dilihat seteh calon karyawan tersebut diterima bekerja. Jika itu yang terjadi, dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan dan kemapuan kerja mempunyai pengaruh  dalam menentukan prestasi karyawan dalam bekerja.dengan demikian dapat disusun skala untuk variabel tersebut seperti tingkat keterampilan sangat baik, baik, netral, jelek, dan sangat jelek. Variabel-variabel tersebut dapat dihubungkan dengan tingkat turnover dan absebsi karyawan  setelah mereka diterima bekerja. Kriteria keberhasilan harus dipilih factor apa yang paling besar pengaruhnya untuk mencapai kebarhasilan perusahaan
2.      Wawancara pendahuluan.
Lamaran yang memenuhi syarat, pelamar akan dipanggil untuk mengikuti wawancara pendahuluan. Wawancara pada tahap ini biasanya dilakukan dalam waktu yang singkat, sasarannya disini untuk mengetahui kesungguhan pelamar bekerja pada perusahaan yang dilamar. Pertanyaan yang diajukan sangat sederhana, namun dengan demikian  sebagian pelamar akan tersisih. Pada tahap ini akan dinilai penampilan, dan cara berkomunikasi. Beberapa hal yang biasanya ditanyakan pada tahap ini mengenai motivasi pelamar, gaji, dan pekerjaan yang diinginkan, serta pengalaman dan prestasi bekerja  yang pernah diraih pada organisasi lain. Hasil wawancara pendahuluan akan menentukan untuk mengikuti proses seleksi berikutnya. Penilaian dilakukan atas hasil yang memenuhi syarat, memberi kesan yang baik bagi pewawancara sehingga diikutsertakan pada proses berikutnya.
3.      Tes psikologi
Sebaian besar perusahaan baik perusahaan besar maupun kecil, melakukan tes psikologi dalam proses seleksi, namun demikian, ada sebagian besar perusahaan kecil yang tidak melaksanakan tes psikologi sebagai dasar dalam memilih calon karyawan terbaik. Tetapi lebih mempercayakan pada seleksi wawancara saja. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan sangat rumit dilaksanakan dan membutuhkan biaya yang relative besar.
Pertimbangan tersebut melihat perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut.  Walaupun demikian, banyak perusahaan mempercayai tes psikologi untuk mendapatkan calon karayawan terbaik. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja karyawan ditentukan oleh tes psikologi. Ada korelasi yang signifikan antara tes psikologi dengan variabel yang mepengaruhinya, seperti kinerja karyawan, tingkat kurnover, dan absensi karyawan.
4.      Pemeriksaan referensi
Stelah dilakukan tes psikologi, langkah selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan refernsi atau surat keterangan. Pemeriksaan referensi dilakukan dengan tujuan memperoleh keterangan pelamar dimasa lalu. Banyak hal yang dapat diperoleh setelah memeriksa referensi pelamar, seperti karir, prestasi kerja, latar belakang pendidikan dan lain-lain. Data mengenai diri pelamar tertuang dalam surat keterangan, baik rahasia maupun tidak, perlu dijaga oleh perusahaan.
Referensi dapat diperoleh dari beberapa sumber. salah satu di antaranya adalah berasal dari pelamar itu sendiri. Para pelamar menyampaikan keterangan tentang dirinya sendir, baik mengenai identitas, keterampilan, pengalaman dan sebagainya. Referensi dapat juga diperoleh dari keluarga, dan kerabat dekat pelamar. Tetapi itu semua mempunyai nilai yang kecil karena tidak ada orang atau keluarga dan kerabat dekat yang memberikan keterangan yang tidak baik untuk keperluan yang penting. Kebanyakan perusahaan lebih mempercayai referensi yang disampaikan oleh perusahaan tempat calon karyawan bekerja sebelumnya. Tetapi ada sebagian perusahaan lebih mempercayai referensi pribadi, karena lebih mempercayai karakter atau kepribadian seseorang adalah diri sendiri, keluarga dan kerabat dekat tidak dipandang dari mana sumber referensi, hal yang paling penting  diperhatikan disini adalah kejujuran dari pember referensi.
5.      Wawancara seleksi
 Wawancara merupakan seleksi yang penting dilakukan untuk memperoleh informasi  tentang pribadi karyawan dan kemampuan para pelamar. Pewawancara (interviewer) dapat mengetahui kondisi fisik dan kemampuan pelamar karena berhadapan secara langsung dengan pelamar. Jarang terdapat ketidak cocokan informasi yang disampaikan pelamar pada formulir pelamaran dan resume. Oleh karena itu, pada langkah ini merupakan suatu kesempatan bagi perusahaan untuk mengukur kemampuan calon karyawan secara langsung. Di sini, pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak diajukan pada langkah seleksi berikutnya.

Melalui wawancara seleksi, pewawancara dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya tentang sesuaian pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan. Calon karyawan dengan persyaratan pekerjaan pewawancara menilai secara subjektif calon karyawan melalui raut wajah, penampilan dan cara berbicara. Dengan demikian, dengan mudah dapat mendeteksi kebohongan atas informasi yang disampaikan secara tertulis oleh calon karyawan. namun pewawancara sering melakukan kesalahan pada proses wawancara seperti tidak menguasai topic dan yang menguasai pembicaraan pada calon karyawan. Hal ini berdampak sinifikan terhadap pencarian karyawan terbaik.


Shlt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar